Kamis, 14 Oktober 2010

Sheila On 7 – Pejantan Tangguh » Download Album Collection

Sheila On 7 - Pejantan Tangguh

Artist : Sheila On 7
Album : Pejantan Tangguh
Label : Sony Music Indonesia
Released Date : 2004

Pejantan Tangguh merupakan album k3-6 Sheila On 7, yang direlease pada tahun 2004 dibawah label Sony Music Indonesia.

Track List :
1. Pejantan Tangguh
2. Itu Aku
3. Pemuja Rahasia
4. Pilih Aku
5. Brilliant
6. Tanyaku
7. Generasi Patah Hati
8. Coba Kau Mendekat
9. Ketidakwarasan
10. Pendosa
11. Jangan Beri Tahu Niah
12. Khaylila

Download So7, pejantan tangguh

PERISTIWA SAMBAS

1. Latar belakang.

a. Awal peristiwa dilatar belakangi kasus pencurian ayam oleh seorang warga suku Madura yang ditangkap dan dianiaya oleh warga masyarakat suku melayu.

b. Peristiwa berkembang dengan bergabungnya ratusan warga suku Madura dan menyerang warga suku Melayu yang berakibat 3 orang suku Melayu meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.

c. Selain itu terjadi pula kasus perkelahian antara kenek angkot warga suku Melayu dengan penumpang angkot warga suku Madura yang tidak mau membayar ongkos.

d. Akibatnya terjadi saling balas membalas antara warga suku Melayu dibantu suku Dayak menghadapi warga suku Madura dalam bentuk perkelahian, penganiayaan dan pengrusakan.

e. Peristiwa berkembang dengan terjadinya kerusuhan, pembakaran, pengrusakan, perkelahian, penganiayaan dan pembunuhan antara warga suku Melayu dibantu warga suku Dayak menghadapi warga suku Madura, yang meluas sampai kedaerah sekitarnya.

f. Telah terjadi pengungsian warga suku Madura secara besar-besaran. Kemudian isu ini dieksploitir oleh kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingannya.

g. Peristiwa ini adalah kejadian yang kesepuluh sejak tahun 1977 dan juga pernah terjadi terhadap etnis yang lain.

2. Kronologi peristiwa.

a. Pada tanggal 17 Januari 1999 pukul 01.30 WIB telah ditangkap dan dianiaya pelaku pencurian ayam warga suku Madura oleh warga suku Melayu.

b. Pada tanggal 19 Januari 1999 sekitar 200 orang suku madura dari suatu desa menyerang warga suku Melayu desa lainnya.

c. Hari berikutnya terjadi perkelahian antara warga suku Madura dan warga suku Melayu karena tidak membayar ongkos angkot. Kejadian ini berkembang menjadi perkelahian antara kelompok dan antara desa yang disertai pembakaran, pengrusakan dan tindak kekerasan lainnya.

d. Warga suku Melayu dibantu suku Dayak melakukan penyerangan, pembakaran, pengrusakan, penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga suku Madura dan selanjutnya saling membalas.

e. Peristiwa berkembang dengan terjadinya pengungsian warga Madura dalam jumlah cukup besar menuju Singkawang dan Pontianak.

f. Tindakan aparat keamanan antara lain :

- Melokalisir dan mencegah meluasnya kejadian,

- Membantu mengevakuasi para pengungsi, melakukan pencarian dan penyelamatan suku Madura yang melarikan diri kehutan,

- Membantu para pengungsi ditempat penampungan,

- Mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat dan pemuka agama, serta

- Melakukan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku kriminal.

g. Korban akibat kerusuhan Sambas terdiri dari, meninggal dunia 489 orang, luka berat 168 orang, luka ringan 34 orang, rumah dibakar dan dirusak (3.833), mobil dibakar/dirusak (12) dan motor (9), masjid/madrasah dirusak/dibakar (8), sekolah dirusak (2), gudang dirusak (1) dan warga Madura mengungsi 29. 823 orang.



3. Proses Hukum.

a. Pelaku yang ditangkap 208 orang dan dalam proses peradilan sebanyak 59 orang, yang terdiri dari suku Madura 13 orang, suku Melayu 42 orang dan suku Dayak 4 orang.

b. Barang bukti disita 607 pucuk senjata api rakitan, 2.336 senjata tajam, 76 bom molotov, 86 ketapel, 969 anak panah, 8 botol dan 8 toples obat mesiu, 443 butir peluru timah, 79 peluru pipa besi, 349 butir peluru setandard ABRI dan 441 butir peluru gotri.

4. Kesimpulan.

a. Peristiwa ini berakar antara lain pada masalah kesenjangan pendidikan, marginalisasi suku tertentu dalam menduduki posisi di pemerintahan, kesenjangan ekonomi antara suku pendatang dan suku asli serta adanya benturan budaya/perilaku sosial.

b. Kerusuhan massal dipicu oleh adanya perkelahian individu antara suku yang berbeda dan selanjutnya meluas keseluruh kabupaten Sambas.

c. Kehadiran Pasukan Penindak Kerusuhan Massal (PPRM), telah banyak membantu penyelesaian peristiwa ini.

d. Masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk seyogyanya selalu saling menghormati adat istiadat masing-masing dan senantiasa menjaga Persatuan kesatuan.

TNI dan Polri selalu memprioritaskan untuk menjaga harmoni kehidupan yang telah dinikmati masyarakat Indonesia yang majemuk. Menyikapi peristiwa Sambas, TNI dan Polri telah menjalankan perannya sebagai pasilitator sekaligus menyelaras demi tercapainya titik temu antara kelompok masyarakat yang bertikai.

Rabu, 13 Oktober 2010

Palestina Didesak Jawab Proposal Israel

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS), Selasa, mendorong Otoritas Palestina membuat tawaran balasan atas proposal Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Proposal yang dimaksud adalah kesediaan Netanyahu membekukan pembangunan pemukiman baru Yahudi jika rakyat Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi.
Hari Senin, PM Benjamin Netanyahu menyatakan kesediaannya untuk meminta pemerintahannya memperpanjang pembekuan proyek pembangunan pemukiman baru bagi warga Yahudi di Tepi Barat asal para pemimpin Palestina mengakui Israel "sebagai negeri rakyat Yahudi". Usul Netanyahu ini segera ditolak Palestina yang sejak lama tidak mengakui keberadaan Israel. Kebuntuan sikap itu semakin mengaburkan kesempatan bagi kedua pihak kembali melanjutkan perundingan perdamaian yang ditengahi AS.

September lalu, proses perundingan itu terhambat oleh penolakan Israel memperpanjang moratorium 10 bulan pembangunan pemukiman baru warga Yahudi di atas tanah Palestina di kawasan Tepi Barat. Akibatnya, pihak Palestina menolak kembali ke meja perundingan jika pembangunan pemukiman baru Israel ini tidak dibekukan.

Terkait dengan proposal pengakuan Israel sebagai negara Yahudi, rakyat Palestina berpendapat bahwa pengakuan tersebut hanya akan menghentikan hak kembali warga Palestina yang mengungsi maupun yang dipaksa meninggalkan Tanah Air mereka pada perang Arab-Israel ke wilayah yang kini dikenal sebagai wilayah Israel.

Pengakuan tersebut juga dipandang pihak Palestina akan mengompromikan hak-hak warga negara Israel keturunan Arab merupakan 20 persen dari total penduduk Israel. Pihak Palestina memandang berbagai pemukiman warga Yahudi yang dibangun Pemerintah Israel di atas tanah-tanah Palestina yang mereka rampas pada Perang 1967 itu menghambat berdirinya negara Palestina yang ideal.

Dalam penjelasan persnya di Washington, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, PJ Crowley menegaskan sikap Gedung Putih yang menghendaki rakyat Palestina membuat tawaran balasan atas proposal Netanyahu. "Perdana Menteri Netanyahu sudah menawarkan apa yang dia ingin sumbangkan untuk proses (perundingan) ini dan apa yang dia rasa rakyatnya perlukan dari proses ini. Kami berharap rakyat Palestina melakukan hal yang sama," katanya.

Crowley juga mendukung sikap PM Israel itu dengan menegaskan kembali pengakuan AS pada Israel sebagai negara Yahudi. "Kami mengakui Israel sebagai negara Yahudi," katanya. Pengakuan AS itu sudah lama ada dan bahkan Menlu Hillary Clinton Maret lalu mengatakan bahwa konflik Israel-Palestina mengancam masa depan Israel sebagai negara Yahudi yang aman dan demokratis.

Crowley mengatakan, Washington sedang mencoba mencari rumus penyelesaian masalah pemukiman ini dan mengembalikan Israel dan Palestina ke meja perundingan langsung. Perundingan itu sendiri dimulai di Washington pada 2 September lalu namun hanya berlangsung tiga sesi perundingan langsung sebelum kemudian prosesnya terhenti oleh berakhirnya moratorium pembangunan pemukiman Yahudi tersebut.

Senin, 11 Oktober 2010

Tak Harus dengan Paksaan

Memaksa, dipaksa,terpaksa,paksaan.
Perlu kita renungi bersama dengan kata-pata paksaan, memaksa, dipaksa, dan terpaksa. Suatu hal yang saling berkaitan dan sering kita temui dilapangan baik melihatnya, maupun kita melakukan hal itu.

Memang tak ada salahnya kita memaksa orang lain untuk berbuat lebih baik, melakukan kebaikan atau belajar kebaikan "Kadang kalo tak dipaksa dia tak bergerak, tak berubah,lebih suka pada kondisi nyaman, yang lebih extrinya lagi bisa2 jauh dari-Nya".
Namum tak semua "memaksa" bisa berjalan dengan apa yang kita harapkan. Kadang mereka malah semakin jauh dari kita.

"sedhela-sedhela meksa, sedhela-sedhela meksa,kok nyong dipeksa si....?".tu kadang yang terlontar dari target sasaran kita, karena kita memaksanya.Meskipun ada yang berhasil merubah mereka dengan kita memaksanya "awalnya terpaksa, ketika dilakukan secara rutin maka sedikit demi sedikit rasa dipaksanya bisa hilang dalam diri mereka".Pertanyaannya: dengan kita memaksa, banyak berhasilnya ataukah malah banyak yang jauh dengan kita.

Luar bisa menginspirasi ketika penulis dan lima teman penulis bersilaturahmi ke tempat ustadz anwar jufri LC. Motivasi beliau dalam sebuah kalimat "kita cukup membuat sebuah laporan(proposal)sebuah niat,doa atau permohonan kepada Allah (diantaranya lewat sholat tahajud kita)maka Allah akan meng ACC-Nya, tak ada yang harus kita khawatirkan lagi ketika Allah kelah meng ACC-Nya. Seperti yang diceritakan,Nabi Ibrahim pernah mengajukan proposalnya kepada Allah=Ibrahim meminta Nabi Muhammad dilahirkan di tempat yang dalam kondisi paling jahiliyah lalu Allah meng ACC.benar Nabi Muhammad dilahirkan di tempat tersebut".

Dengan inspirasi tadi, kita kaitkan dengan materi ini."tak harus dengan paksaan".
Mari kita coba buat sebuah sebendhel proposal yang kita akan ajukan kepada Allah untuk target atau sasaran kita.Semoga Allah neng ACC, ketika Allah telah meng ACCnya tak ada yang perlu kita cemaskan atau riaukan lagi,atau harus dipaksa lagi meskipun dia berada dimanapun.

Terbukti, pernah penulis mengajukan proposal kepada Allah yang isinya untuk adik penulis "semoga Allah neng acc semua". Sudah lama sekali penulis mengajukannya, al hasil alhamdulillah sudah mulai terlihat. Adik penulis sekarang dari yang dulunya tak mau puasa sunnah sekarang mulai mau puasa sunnah.

Demikian sedikit inspirasi kepada pembaca. seboga bermanfaat untuk kita dan Jama'ah da'wah..

Pratama Widodo
-mencoba menginspirasi-

Jumat, 08 Oktober 2010

Album Baru

AGUSTUS 2010 - ALBUM BARU OPICK. Penyanyi religi Aunur Rofiq Lil Firdaus alias Opick meluncurkan album baru nuansa Islami yang ke-6 yang berjudul Shollu Ala Muhammad di Jakarta, Selasa 3 Agustus 2010. Dalam album ini Opick berkolaborasi dengan para finalis Festival Lagu Opick (FLO) yang terdiri dari anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. FOTO ANTARA/Teresia Aan/Koz/hp/10.

Silahkan download di sini:

Opick Feat. Flo - Shollu Alla Muhammad

Opick-Fira FLO - Andai Waktu Memanggil
Opick-Inggrid FLO - Dunia Tanpa CintaNya

Kamis, 07 Oktober 2010

Mohon Agar Ibu-Bapaknya diberi Rahmat Oleh Allah

“Rendahkanlah dirimu kepada mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah,’ wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku semasa kecil. ‘” (QS. Al-Isra’:24)

Dengan gaya bahasa yang sejuk dan lembut serat tampilan kata bersifat dorongan, Al-qur’an menggali kesadaran jiwa anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Demikian ini karena suatu kehidupan yang selalu berorientasi pada kelangsungan makhluk hidup, senatiasa memberikan wawasan kedepan; kearah anak-cucu, kepada generasi baru, generasi masa depan. Jarang sekali hidup ini mengembalikan pandangan manusia kebelakang; kepada nenek moyang, kearah kehidupan masa silam , ke generasi masa silam. Oleh karena itu, perlu adanya doronagan kuat untuk menggali kedalam nurani anak agar menoleh ke belakang dan melihat ibu bapak mereka.

Ibu-bapak secara fitrah berkeinginan mengasuh dan memperhatikan anaknya. Mereka berkorban apa saja, bahkan dirinya sendiri, demi anak. Ibarat sebatang pohon, ia menjadi rimbun dan menghijau setelah menyerap makanan-makanan yang ada pada biji sampai merekah. Juga laksana anak ayam yang menetas setelah menghisap seluruh isi telur sampai kulitnya saja yang tersisa.

Begitulah anak manusia. Ia menguras kebugaran, kekuatan, dan perhatian ibu-bapaknya sampai mereka menjadi tua renta, sekiranya mereka diberi panjang umur. Walaupun begitu, ibu-bapak tetap merasa tetap bahagia dengan segala pengorbanan yang mereka berikan. Padahal, anak biasanya cepat sekali melupakan semua itu, dan segera melihat kedepan; kepada istri dan anak cucunya. Begitulah kehidupan ini terus berjalan.

Oleh karena itu, ibu-bapak tidak begitu perlu dingingatkan tentang anaknya. Tetapi, anaklah yang memerlukan dorongan kesadaran hati nuraninya agr selalu mengingat kewajiban kepada generasi pendahulu yang sudah rela meneluarkan saripati hidupnya dihisap oleh anaknya sehingga dirinya sendiri menjadi kering. Hal inilah yang menjadi dasar perintah berbuat baik kepada ibu-bapak, dalam bentuk ketentuan wajib. Agar perintah ini dianggap serius, maka disebutkan mengiringi perintah yang tegas untuk beribadah kepada Allah.

Ayat ini kemudian memberikan gambaran suasana kesadaran nurani anak dengan menyinggung kenangan masa kanak-kanak. Suasana ketika dalam buaian rasa cinta dan kasih sayang ibu-bapaknya, “..jika salah seorang diantara mereka berdua atau kedua-duanya sampai lanjut usia dalam pemeliharaanmu..”sebutan kata“usia lanjut” ibu-bapak tentu menimbulkan rasa hormat. Dan sebutan kata “lemah dimasa kecil”, akan memberikan inspirasi tersendiri disini. Kata “di sisimu”, menggambarkan makna perlunya perlindungan bagi ibu-bapak disaat mereka telah lanjut.

“..Maka, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada mereka perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka..”. Inilah tahapan awal dalam memelihara ibu-bapak dengan sikap sopan dan santun, tidak boleh bersikap mengisyaratkan kemarahan atu membuat sedih ibu-bapaknya, apalagi menghina mereka. “..dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”, inilah perangai yang positif yang sanyat tinggi tingkatannya. Yakni, anak dalam berbicara kepada ibu-bapaknya menampilkan sikap hormat dan cinta.

“Rendahkanlah dirimu kepada mereka dengan penuh kasih sayang”, adalah kalimat lembut yang mampu menembus hati nurani yang dalam. Yaitu, rasa kasih sayang yang penuh kelembutan sehingga anak merasa rendah dihadapan ibu-bapaknya. Dia tidak dapat menatap matanya atau menolak perintah mereka. Kata ‘sayap kerendahan’, melukiskan sikap merendah bagaikan burung yang merapatkan kedua sayapnya, tanda tunduk dan patuh kepada ibu bapaknya.

“Dan ucapkanlah, ‘Wahai tuhanku, kasihilah mereka sebagaimana mereka mendidik aku semasa kecil’”. Bayangan masa lalu yang penuh kelembutan, dan masa kanak-kanak yang lemah dibawah asuhan ibu-bapak. Kini ibu-bapak kembali kemasa kanak-kanak. Mereka perlu perhatian dan rasa kasih sayang. Adanya kesedihan anak untuk mendo’akan mereka supaya Allah berkenan memberikan kasih sayang-Nya kepada mereka, karena kasih sayang adalah lebih luas dan perhatian serta perlindungan-Nya lebih besar. Karena itu, Dia lebih mampu memberikan balasan kepada ibu-bapak atas semua pengorbanan mereka: darah, keringat, dan air mata, yang tidak akan dapat dibalas oleh anak.

Hafidz Abu bakar Al-Bazzar meriwayatkan dari Buraidah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki sedang thawaf sambil menggendong ibunya. Lalu, laki-laki ini bertanya kepada Rasul, ‘Apakah aku telah dapat memenuhi hak ibuku?’ Nabi menjawab, “Tidak, bahkan sama sekali tidak menyamai satu tarikan nafasnya.”

Jumat, 06 Februari 2009

Islamnya Satu, Pejuangnya Banyak


Nama Syekh Ahmad Yassin akan tetap di hati para pejuang Palestina, dan juga para pejuang Islam lainnya di dunia. Darah syuhadanya akan terus mengalir dalam urat nadi para pejuang Islam. Kita pantas memiliki semangat yang sama dengan beliau. Yup, �Ihna kulluna Ahmad Yassin!� (kita semua Ahmad Yassin!).
Pendiri Hammas (Harakatul al-Muqawwa-mah al-Islamiyah�Gerakan perlawanan Islam) itu insya Allah telah syahid setelah dirudal pasukan Israel pada 22 Maret 2004 lalu. Beliau menjadi bagian dari ribuan pejuang yang telah mengorbankan harta dan jiwanya untuk membela Islam. Lalu, bagaimana dengan kita? Insya Allah, kita pun akan ambil bagian untuk membela Islam. Pasti!

Sobat muda muslim, jangan pernah merasa sendirian. Kita, kaum muslimin, terus berjuang di mana pun kita berada. Tengoklah saudara kita di Irak, mereka bahu-membahu melawan imperialis Amerika dan Inggris. Dengarlah pekikan perjuangan anak-anak Palestina saat mereka melemparkan batu ke hadapan tank-tank Israel, ke hadapan tentara-tentara Yahudi yang bersenjata lengkap. Lihatlah para pemuda Islam yang gagah berani di Uzbekistan dalam menyebarkan dakwah, meski tekanan pemerintah negara pecahan Uni Soviet ini sangat kuat. Polisi dan tentara Uzbek beringas dan haus darah. Tapi semangat saudara kita di sana, mampu mengalahkan rasa takut mereka, dan melupakan kenikmatan dunia yang mestinya bisa diraih.

Di negeri ini, kita juga terus berjuang menyebarkan dakwah, membela dan memper-juangkan diterapkannya kembali Islam sebagai ideologi negara. Meski tekanan secara fisik belumlah puncak seperti yang dialami saudara kita di Palestina, Irak, Afghanistan, Uzbekistan, Kashmir, Moro dan belahan dunia lainnya yang bergolak, tapi tekanan mental kerap menggoda semangat juang kita. Saudaraku, jangan pernah behenti berjuang. Singkirkan segala keluh kesah, gundah gulana, dan sikap minder di hadapan para penentang Islam dan para pembenci aktivis pejuang Islam. Kita, adalah generasi yang akan memberikan warna cerah bagi dunia. Kita generasi harapan Islam.

Sobat muda muslim, perjuangan mene-gakkan agama Allah ini sudah dirintis oleh Nabi kita sejak awal penyebaran Islam. Rasulullah saw. tak pernah gentar menghadapi para pembesar Quraisy yang seringkali melakukan penekanan. Rasulullah saw. telah memberi contoh bagaimana kuatnya tekad beliau dalam memperjuangkan tegaknya agama Allah ini. Ketika dakwah beliau dirasa meresahkan kalangan penduduk Quraisy waktu itu, beberapa tokoh mereka mendatangi paman Rasul, Abu Thalib, untuk meminta keponakannya itu menghentikan dakwahnya. Namun apa yang dikatakan Rasulullah saw.?

�(Paman), demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan (dakwah) ini, aku tidak akan meninggal-kannya sampai Allah memenangkan agama ini atau aku hancur karenanya.� (dalam Sirah Ibnu Hisyam)

Rasulullah saw. pun mengajarkan bagai-mana beraninya meng-hadapi segala risiko dakwah untuk memper-juangkan Islam ini. Meski akhirnya kudu menelan pil pahit. Pada suatu kesempatan Rasulullah saw. berhenti di depan rumah sejumlah kabilah sembari berkata: �Wahai Bani Fulan, sesungguhnya aku ini adalah Rasulullah untuk kalian, memerin-tahkan kalian untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Hendaklah kalian meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya sekaligus beriman kepadaku, membenarkanku, dan membelaku sampai aku menjelaskan dari Allah wahyu-Nya yang dengan itu Dia mengutusku.� (Sirah Ibnu Hisyam)

Ketika itu paman beliau, Abu Lahab, sedang berdiri di belakang beliau. Dia menolak segala ucapan Nabi saw. sekaligus mendus-takannya. Saat itu, tak ada seorang pun yang mau menerima ajakan beliau. Mereka kemudian berkata, �Kaummu saja, yang lebih mengetahui tentang siapa dirimu, tidak mengikutimu.�

Sobat muda muslim, kita pantas berbangga pula, bahwa apa yang dirintis oleh Rasulullah saw. ini kemudian dilanjutkan generasi berikutnya sampai sekarang. Yup, kita memiliki ribuan, bahkan jutaan pejuang yang siap mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran, harta, dan bahkan nyawanya untuk Islam. Inilah kenapa kita menyebutnya, �Kartunya satu, ATM-nya banyak!�Eh, maksudnya �Islamnya satu, pejuangnya banyak�. Iklan banget ya?

Satukan perjuangan!

Pernah dengar lagu milik Brothers berjudul Satu Perjuangan? Begini nih sebagian liriknya: �Dengan satu perjuangan/ satu arah tujuan/di bawah rahmat Yang Esa/Kita melangkah seiringan/ satu perjuangan/ Rintangan pasti melanda/ jangan undur walau selangkah/ teruskan perjuangan/ hingga ke akhirnya...

Duh, meski lagu-nya nggak kenceng-kenceng amat, bahkan kesannya lembut, tapi isinya sih lumayan memberikan semang-at juang. Penekannya pada satu perjuangan, yakni untuk membela Islam. Bukan membela yang lain.

Sobat muda muslim, perlu kamu pahami bahwa banyak pula di antara kita yang warna-warni bendera dari ma-sing-masing kelompok perjuangan Islam, bahkan ada yang asem-manis-asin kayak permen Nano-Nano da-lam model perjuangan-nya. Tapi bairin deh, yang penting harus satu yang kita perjuangkan, yakni Islam. Keragaman ini kudu dijadikan sebagai aset perjuangan yang moga-moga saja sinergis. Saling melengkapi deh.

Itu soal ijtihad en kebijakan kelompok perjuangan Islam aja. Nggak terlalu berma-salah. Meskipun kalo ada yang menyimpang, ya kita saling mengingatkan aja. Dan tentunya kudu lapang dada ye buat yang merasa telah menyimpang dari ajaran Islam. Lha iya, masa� masih keukeuh berjuang untuk Islam kalo caranya salah? Nggak asyik tuh! Oke deh, saling menasihati dan mengingatkan ya. Namanya juga ama sodara. Tul nggak? Jangan sampe ma-lah berantem nggak jelas juntrungannya. Malu!
Apa yang akan kita perjuangkan? Jelas Islam dong, Say! Bukan yang lain. Islam yang kayak gimana? Hehehe.. Islam ya Islam. Emangnya Islam ada berapa?

Lho, itu kan ada Islam Muhamadiyah, Persis, NU, Salafi, Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, al-Muhajirun, Majelis Mujahidin Indonesia, Partai Keadilan Sejahtera, dan ratusan partai politik dan kelompok dakwah lainnya. Hehehe.. jangan bingung. Deretan nama yang ditulis tadi sekadar kendaraan aja. Kendaraan perjuangan! Nggak lebih dari itu deh.
Bahkan banyaknya organisasi, kelompok dakwah, atau partai politik juga ada dasarnya kok. Sebab, yang penting satu: berjuang untuk Islam. Firman Allah Swt.:

�Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.� (QS ali �Imran [3]: 104)

Selain itu, kaum muslimin juga tersebar di seluruh penjuru dunia dengan lebih dari 50 negara. Perlu dicatat pula bahwa banyaknya negeri muslim, selain sebagai aset perjuangan, ini juga kendala untuk menyatukan. Kenapa? Karena masih banyak yang merasa satu sama lain bukan sebagai saudara meski sama-sama muslim. Inilah buah pengkotak-kotakan yang berhasil dilakukan Barat untuk mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin.

Itu sebabnya, meski banyak parpol Islam dan juga organisasi Islam, jangan jadikan alasan untuk berseberangan. Meskipun banyak negeri-negeri Islam, bukan alasan pula untuk tidak saling peduli. Kita, adalah kaum muslimin yang satu. Udah sepantasnya juga memiliki per-juangan yang satu, yakni tegaknya Islam di muka bumi ini. Pokoknya, dite-rapkannya Islam sebagai ideologi ne-gara di bawah na-ungan Khilafah Isla-miyah. Cuma itu kok tujuan kita.

Dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, akan da-pat diterapkan sya-riat Islam yang berfungsi sebagai mu�alajat li masyakil al-Insan (pemecahan problem-problem manusia). Dengan kembalinya Khilafah pula, akan dapat dilangsungkan kembali metode yang shahih untuk menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia, yaitu dakwah islamiyah dan jihad fi sabilillah. Semua ini insya Allah akan segera terwujud dengan upaya dan perjuangan kita bersama-sama, walaupun kita maklumi banget, bahwa orang-orang kafir pasti membencinya. Firman Allah Swt.: �Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.� (QS ash-Shaff [61]: 8)

Bangkit dong, Sobat!

Pastinya kita nggak mau dong jadi orang yang punya semangat minimalis. Qonaah boleh saja, tapi jangan sampe merasa puas dengan kondisi kita saat ini. Celakanya justru kondisi kita sekarang ini lagi ada di bawah nih. Kan aneh dong kalo nggak mau bangkit. Tul ngak sih? Kamu yang gagal lulus ujian, kamu yang gagal ngelamar kerjaan, termasuk kamu yang gagal menjadi menantu, jangan putus asa. Masih ada hari esok untuk kita. Tapi tentunya, hari esok yang lebih baik tak akan pernah ada bagi mereka yang malas untuk bangkit. Sampe kamu nangis bombay or nangis dayak sekali pun, tetep aja nggak bakal berubah kalo kamu nggak berusaha untuk mengubah nasib kamu. Allah Swt. berfirman: �Sesungguhnya Allah tidak mengu-bah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.� [TQS ar-Ra�d [13]: 11]

Bangkit itu perlu, bahkan wajib sobat. Apalagi bila kita bicara tentang masa depan Islam. Ya, Islam. Agama yang selama ini kita anut, belum kembali ke puncak kejayaan setelah mengalami kemunduran. Dan yang berperan selama ini�disaat maju dan mundur�adalah kita, kaum muslimin.

Sobat muda muslim, ayo bangkit dan masuk ke dalam barisan pejuang Islam. Makin banyak yang berjuang, insya Allah kian besar pengaruhnya dalam mewarnai kehidupan ini. Meski adakalanya sebuah peperangan atau revolusi tak selalu berbanding lurus dengan jumlah pejuangnya. Artinya, tak selamanya jumlah banyak bisa memenangkan pertem-puran. Karena yang terpenting adalah kesa-maan visi dan misi. Lebih hebat lagi tentunya jumlah banyak dan punya kesatuan visi dan misi. Betul nggak seh?

Jadi, mari tekadkan dan kuatkan per-juangan kita. Jangan pernah takut terhadap apapun. Kecuali kepada Allah. Bahkan kita kabarkan kepada dunia, bahwa ancaman kematian, bukanlah penghalang bagi perjuangan kita untuk membela Islam. Seperti kata Syekh Ahmad Yassin: �Kematian tak pernah menakut-kan kami. Sebab, melalui itu, kami menemukan jalan menjadi syuhada.� Allahu Akbar!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More