Sabtu, 04 Juni 2011

Keberkahan

Ada yang mencari keberkahan?

Al-Mutawakkil berkata :

Keberkahan adalah...,

Apabila yang berat terasa ringan,

yang sukar terasa mudah,

yang sedikit terasa banyak,

dan yang sempit terasa lapang...

Jumat, 03 Juni 2011

memahami cara bersyukur dengan mudah

bersyukur adalah "fokus terhadap apa yang kita punyai/miliki"..., baik dalam keadaan susah ataupun senang..., menerima dengan tenang jiwa..., terima saja..., Tuhan slalu punya rencana yang lebih baik untuk kebaikan kita...,..., sederhana bukan?? :)

semakin kita bersyukur..., semakin kita sabar menghadapi tantangan kehidupan...

Kamis, 02 Juni 2011

Berpikirlah mudah....

betul sekali bahwa...
di kehidupan ini ada yang tidak mudah.

Namun, cara berpikir yang mudah,
akan memudahkan kehidupan ini.

Rabu, 01 Juni 2011

Artikel Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh

Kematian adalah Sebuah Misteri

Siapa pun manusia di dunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psikolog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam, dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhai Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainnya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja di dunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.

Kematian juga tidak selalu dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Sebagai seorang muslim kematian yang didambakan adalah mati syahid dalam membela agama Allah SWT, mempertahankan hak seperti yang dilakukan oleh saudara kita yang ada di Palestina saat ini dalam melawan Israel yang mengambil tanah mereka, menguasai masjid Al Aqsa dan berbagai hak hidup mereka. Namun karena kematian sebuah misteri tidak semua mereka yang berjuang mendapat karunia syahadah seperti yang di harapkan.

Ada juga yang mengharapkan kematian setelah melakukan ibadah seperti setelah selesai sholat, setelah berbuka puasa atau setelah selesai melaksanakan ibadah haji, atau ibadah-ibadah lainnya. Banyak harapan mereka yang dikabulkan Allah SWT. Rita seorang aktivis dakwah di kota Tangerang teman saya menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2009 seorang bapak bernama Ahmad ikut shalat tarawih. Setelah selesai shalat dan sedang berdzikir, ia terjatuh dan kemudian meninggal dunia. Cerita lain tentang seorang ibu yang baru selesai berbuka kemudian terjatuh dan segera dilarikan ke rumah sakit. Tak lama kemudian ia meninggal di rumah sakit.

Ada lagi peristiwa yang sangat memilukan. Seorang ibu yang baru selesai menunaikan ibadah haji meninggal di pesawat GA 981. Ketika ia menaiki tangga, pas di anak tangga yang terakhir dekat pintu ia terjatuh dalam posisi duduk. Kebetulan penulis duduk di dekat pintu sehingga terlihat jelas bagaimana ia terjatuh dan dibantu suaminya untuk duduk. Ia terlihat sangat lemah , sehingga dibaringkan dan di gotong oleh teman-temannya sesama jamaah haji dari Solo. Saat digotong dan lewat di hadapan penulis, penulis berdiri dan sempat memegang kakinya yang terasa sangat dingin. Kemudian pramugari melalui pengeras suara menanyakan siapa penumpang yang dokter. Ia mohon bantuannya untuk menolong pasien yang sedang sakit. Ternyata ada dua dokter laki-laki dan perempuan yang siap menolong, kemudian agak ramai mereka mondar mandir karena posisi duduk ibu Hartati-nama ibu itu- di kelas ekonomi agak rumit untuk mendapat bantuan. Akhirnya kebijakan crew pesawat ibu Hartati dipindahkan ke kelas bisnis untuk memudahkan pengurusannya.

Senyum Mujahidah Dunia, Putri Surga

Setelah pesawat take-off beberapa menit dan suasana agak tenang, masing-masing petugas duduk kembali ke kursi masing-masing. Penulis mencoba melihat ibu Hartati di tempatnya, ternyata beliau tidur mendengkur di sebelah suaminya. Tidak lama kemudian terlihat suasana yang agak ribut. Ternyata ibu Hartati sudah meninggal. Ia meninggal dalam posisi duduk. Terpikir oleh penulis tidak mungkin selama 9 jam mayat bisa bertahan duduk di kursi. Akhirnya setelah musyawarah dengan crew pesawat jenazah ibu Hartati diletakkan di belakang barisan kursi bisnis terakhir dengan beralaskan plastik. Hal ini menjadi PR bagi penulis untuk memberi masukan kepada pihak penerbangan. Ketika rapat kerja bulan Mei 2010 dengan pengelola maskapai Garuda di komisi VIII yang membincang masalah biaya penerbangan haji, penulis sampaikan kepada Dirut Garuda pak Emir Sattar bahwa penerbangan harus selalu mempersiapkan KIT untuk jenazah berupa kantong mayat, karena sangat mungkin dalam penerbangan jauh atau dekat ada seseorang yang tiba ajalnya. Saat itu beliau mengaminkan, dan mudah-mudahan sekarang sudah direalisasikan.

Itulah kematian yang merupakan hak penuh Allah SWT, yang tidak bisa di duga oleh siapa pun. Ia adalah لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون Tidak bisa ditunda sedikit pun atau di percepat. Wallahu a’lam bish shawwab.

Madinah Al-Munawwarah, 23 April 2011

Yoyoh Yusroh

Selasa, 10 Mei 2011

Tahukah Persamaannya?

Gambar 1. European Union (EU)

Gambar 2. Menara Babel

Senin, 02 Mei 2011

Maher Zain Insya Allah feat. Fadly Padi



Ketika kau tak sanggup melangkah

Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh

Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

But don’t despair and never lose hope
’Cause Allah is always by your side

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

>> Download <<

Minggu, 01 Mei 2011

ANGAN TERLALU YAKIN KITA TERBEBAS DARI NERAKA

Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun ‘tanpa’ melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Surga-Nya? Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu. Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam". Nabi Musa AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS....
(diambil bagian dari 1001 Kisah Teladan)


Hikmah:
Ahli ibadah 350 tahun akan diletakkan di Neraka, tak bisa dibayangkan. Meskipun pada akhir kisah ‘karena’ suatu sikap dan perbuatannya, Allah kagum dan kemudian berfirman akan menempatkannya ke Surga yang tinggi. Oleh karenanya, umat muslim harus berhati-hati dan waspada meskipun sebanyak apapun dan seshalih apapun ia.

Rumusan penulis berikut dapat terus menyemangati kita semua untuk menyiapkan ‘bekal’. Jangan terlalu yakin kita terbebas dari azab Neraka, yang menjadi masalah adalah:

1. Muhasabah seberapa banyak dosa kita?

(Orang seperti kita ini tentulah banyak dosanya, baik yang “tidak” kita sadari maupun yang disadari. Bahkan sering kali ‘diam’ kita pun berdosa/ menggoreskan luka pada hati seseorang. Makna diam di sini dapat berarti diamnya mulut, tangan, sifat, sikap, tubuh [tindakan], atau kombinasinya. Apalagi dengan ‘tidak diam’-nya kita???!)

2. Jika kita merasa pahala > dosa, seberapa ikhlas dan murnikah amal kita?

(Cukup jelas, namun perlu dicermati bahwa “kita bilang/ merasa kita ikhlas belum tentu ikhlas di sisi Allah”.)

3. Jika kita pun yakin merasa sudah ikhlas, adakah perbuatan kita yang menghalangi sampainya amal kepada-NYA?

(satu contoh: Hadits menyatakan bahwa selama 40 hari amal-amalan kebaikan akan tertolak hanya karena ada ‘sesuap’ makanan haram masuk ke perut seseorang.)

(Perhatikan: “Para shahabat yang mulia dan para tabi’in yang agung. Mereka melakukan apa yang telah dilakukan para pendahulu mereka, tetapi hati mereka merasa KHAWATIR jika ibadah mereka tidak diterima.” Maka selanjutnya berhati-hatilah bahwa banyak hal-hal yang menyebabkan amal kita tidak sampai kepada Allah.)

4. Jika kita merasa sudah ikhlas dan yakin tidak ada perbuatan kita yang menghalangi sampainya amal, maka seberapa banyak orang yang pernah sakit hati/ tersinggung karena kita dan tidak 100% memaafkan kita?

(satu contoh: banyak Hadits Shahih yang menyatakan bahwa jika seseorang berbuat demikian; Pada hari Kiamat kebaikan/ pahalanya akan diberikan kepada orang ini dan itu. Jika kebaikannya sudah habis, kesalahan/ dosa orang yang disakiti akan ditimpakan balik kepadanya. “sungguh sial dan merugi”. Hingga disebut dalam hadits lain bahwa makhluk yang pailit dan paling sial sejagad raya adalah orang yang masuk surga, namun karena kedzalimannya ‘over!’ ia dilempar ke neraka! Itu namanya ‘sial di atas sial di antara orang-orang sial’)

5. Kita semua pasti sudah berhenti di poin nomor empat atau sebelum itu.

Nabi saw. bersabda, "Sesungguhnya ada diantara kalian seseorang yang melakukan perbuatan orang penguhi Surga, sehingga jarak antara dia dengan Surga tinggal sehasta, tetapi ketentuan (Allah) telah mendahuluinya; maka dia pun melakukan (di penghujung hayatnya) perbuatan orang penghuni Neraka lalu dia memasukinya. Dan sesungguhnya ada di antara akalian seseorang yang melakukan perbuatan orang penghuni Neraka, sehingga jarak antara dia dengan Neraka tinggal sehasta, tetapi ketentuan (Allah) telah mendahuluinya; maka dia melakukan (di penghujung hayatnya) perbuatan orang penguhi Surga lalu dia memasukinya." (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Maka, untuk poin terakhir ini, jadikanlah ia untuk selalu memohon khusnul khatimah dengan penuh pengharapan, perbanyak istighfar usai mengerjakan shalat maupun di luar shalat, jaga dan perbarui iman dengan dzikir, serta tidak pernah merasa puas dan tenang terhadap semua amal yang kita lakukan.

Makna: Tentunya selain kita memiliki dosa dengan Tuhan, kita pasti punya kesalahan dengan orang lain. Apakah ada jaminan mereka memaafkan kita meskipun kita sudah minta maaf? Tidak ada pula jaminan pasti untuk kita terbebas dari siksa Neraka. JADI, teruslah “cari amal dan bekal sebanyak-banyaknya”, paling tidak untuk menebus dosa-dosa kita.

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Q.S. Huud: 114)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More