Selasa, 26 Oktober 2010

Ketika Lidah Memiliki Jenis Kelamin

Beberapa penelitian pernah dilakukan, dan sebagian dari mereka menyimpulkan bahwa pemilihan makanan memang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Wanita lebih menyukai rasa yang manis, sedangkan pria suka dengan rasa yang sedikit pahit

Ada teori evolusi yang bisa memberikan penjelasan. Pada masa nenek moyang kita masih berburu binatang untuk melangsungkan hidup, para pria bertugas untuk mendapatkan daging sebanyak-banyaknya. Kepuasan mereka dalam berburu, konon ditunjukkan dari kemampuan mereka untuk melahap daging-daging itu dengan cepat. Inilah yang kemudian membuat sensor rasa pada lidah mereka lebih akrab dengan rasa daging.

Ada juga penelitian yang mengatakan, kesukaan wanita pada rasa manis dipengaruhi oleh fluktuasi hormon yang berperan dalam siklus hidup wanita. Mulai dari remaja yang mengalami pre menstruation syndrome (PMS), mengandung, sampai melahirkan. Dan makanan manis adalah "hormon" tambahan untuk meredakan fluktuasi hormon yang kerap terjadi.

Tetapi bagi penulis Riddhi Shah, yang besar dengan kultur India dengan ragam rasa makanan, persepsi klasifikasi rasa makanan berdasarkan jenis kelamin hanya ada di Amerika dan Eropa. Sebab di India atau negara-negara Asia yang kaya akan rasa dari berbagai rempah-rempah, sensor rasa tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Melainkan lebih kepada seberapa sering mereka terpapar dengan rasa-rasa tertentu.

Di Indonesia misalnya, etnis tertentu sangat identik dengan rasa tertentu. Pada orang Padang, biasanya sangat identik dengan makanan yang kaya rasa pedas. Hampir semua orang Padang tak bisa terlepas dari rasa ini, pria maupun wanita. Sedangkan pada orang Jawa, rasa manis adalah kesukaan mereka. Lagi-lagi ini tak ada kaitannya dengan jenis kelamin.
Kompas

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More